Ed first help.com Uncategorized Asuransi Syariah, Konsep dan Keuntungannya

Asuransi Syariah, Konsep dan Keuntungannya



Asuransi Syariah merupakan pilihan terbaik bagi Anda yang sedang bingung mencari asuransi namun takut melanggar hukum agama Islam. Dengan asuransi ini, Anda tidak hanya mendapatkan perlindungan secara syariah akan tetapi juga akan mendapatkan keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan asuransi konvensional. Di asuransi ini, surplus keuntungan dibagi kepada pemegang polis – hal yang tidak bisa kita jumpai di asuransi konvensional.

Konsep syariah pada Asuransi Syariah

Sebelum Aanda mengetahui keuntungan dari asuransi ini maka sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu konsep Asuransi Syariah. Di sini, perusahaan memiliki premi dan membayar yang pertanggungan jika terjadi klaim. Dengan kata lain, asuransi ini berbeda dengan asuransi konvensional dimana risiko dan keuntungan adalah di perusahaan asuransi. Pada asuransi ini, risiko dibagi antar peserta asuransi dengan cara peserta membayarkan kontribusi yang dikumpulkan ke dalam rekening bersama yang disebut tabarru sehingga setiap kali terjadi klaim maka pembayaran dilakukan dengan pemotongan tabarru.
Selain itu, proses hubungan peserta dalam pertanggungan adalah sharing of risk atau saling menanggung resiko. Dengan kata lain apabila jika terjadi musibah maka semua peserta akan menanggung sehingga tidak terjadi transfer resiko dari peserta ke perusahaan seperti yang dilakukan pada asuransi konvensional. Di sini, peranan perusahaan Asuransi Syariah hanyalah sebagai pemegang amanah dalam mengelola dan menginvestasikan dana dari kontribusi para peserta. Adapun perusahaan asuransi disewa oleh peserta dengan membayar komisinya.

Manfaat dan keuntungan Asuransi Syariah

Karena berbeda dengan asuransi konvensional maka manfaat dan keuntungannya pun lebih banyak anda temui disini. Pada pembagian keuntungan setidaknya terdapat dua kemungkinan. Diantaranya adalah kontribusi lebih besar dari jumlah klaim, maka terdapat namanya surplus keuntungan dan klaim lebih besar dari jumlah kontribusi maka terdapat defisit keuntungan. Dengan kata lain, surplus disini dibagi berdasarkan ketentuan 60% ditahan dalam saldo tabarru, 30% diberikan kepada peserta dan 10% lainnya digunakan kepada pengelola. Pembagian ini juga tentunya dibagi secara proporsional sesuai dengan kontribusi. Dengan kata lain, semakin besar kontribusi maka semakin besar pula porsi surplus keuntungan yang semakin besar.

Risiko kerugian lebih kecil di Asuransi Syariah karena jika terjadi defisit, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama adalah dengan mengambil dari saldo tabarru. Apabila masih kurang bisa melakukan peminjaman dengan akad Qardh kepada perusahaan asuransi untuk menutup defisit.

Deskripsi: Asuransi Syariah bisa menjadi alternatif terbaik anda yang sedang mencari asuransi yang sesuai dengan ajaran Islam sehingga tidak ada keraguan lagi ketika bergabung dengannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *